Apa Gaya Parenting Anda dan Efeknya pada Anak?

posted in: Sains | 0

parentingOrang tua mempengaruhi anaknya melalui praktik-praktik tertentu, seperti menyusui atau memukul. Namun, pengasuhan anak lebih dari sekedar sekumpulan praktik tertentu.

Gaya pengasuhan atau pola asuh anak (parenting) merupakan cara yang digunakan orang tua dalam membimbing, mengendalikan, dan bersosialisasi dengan anaknya. Gaya pengasuhan anak juga mencakup keseluruhan sikap dan perilaku orang tua terhadap anaknya yang pada akhirnya menciptakan iklim emosional. Sikap dan perilaku ini mencakup praktik yang terkait langsung dengan kewajiban pengasuhan hingga tingkah laku yang di luar kewajiban dasar pengasuhan, seperti gestur tubuh, perubahan pada nada suara, atau ekspresi emosi spontan.

 

4 Gaya Pengasuhan Anak

Studi ilmiah mengenai pola asuh anak membagi cara orang tua mendidik anaknya menjadi 4 gaya pengasuhan dasar.

1. Otoriter (Authoritarian)

Gaya pengasuhan ini menekankan kepatuhan buta, disiplin keras, dan mengendalikan anak-anak melalui hukuman (atau ancaman hukuman). Perintah dari orang tua otoriter harus dipatuhi tanpa pertanyaan.

2. Permisif

Orang tua dengan gaya pengasuhan permisif memiliki sikap dan perilaku yang responsif dan hangat (hal positif) tapi enggan untuk menegakkan aturan pada anaknya (hal negatif).

3. Otoritatif/Arif (Authoritative)

Cara yang lebih seimbang, di mana orang tua berharap anak-anak untuk memenuhi standar perilaku tertentu, tetapi juga mendorong anak-anak mereka untuk berpikir sendiri dan mengembangkan rasa otonomi di diri anak. Orang tua yang arif mendorong anaknya untuk bertanggung jawab, berpikir sendiri, dan memikirkan alasan di balik sebuah aturan.

4. Lalai (Uninvolved)

Gaya pengasuhan yang lalai mirip dengan pengasuhan permisif yang gagal untuk menegakkan standar nilai pada anak. Tapi tidak seperti orang tua permisif, orang tua yang lalai tidak (atau sedikit sekali) memberi didikan dan kehangatan. Mereka menyediakan makanan dan tempat tinggal untuk anaknya, tapi tidak lebih dari itu.

 

Parameter Gaya Pengasuhan

Keempat gaya pengasuhan di atas dibagi berdasarkan 2 parameter kualitas dalam pengasuhan anak, yaitu ketanggapan (responsiveness) dan ketegasan (demandingness).

Ketanggapan (responsiveness)

Seberapa peka dan suportif orang tua terhadap kebutuhan-kebutuhan anak yang unik dalam membantu perkembangan  kepribadian, kontrol diri, dan penonjolan diri anak.

Ketegasan atau Kontrol (demandingness)

Pengawasan, praktik kedisiplinan, DAN kesiapan untuk menghadapi anak yang tidak taat, hingga tuntutan kedewasaan yang ditegakkan orang tua pada anak agar anak dapat terintegrasi dengan nilai keluarga secara keseluruhan.

Kedua kualitas ini sangat diperlukan dalam pengasuhan anak. Oleh karenanya, gaya pengasuhan yang otoritatif (arif) merupakan gaya pengasuhan yang optimal karena tanggap terhadap kebutuhan anak dan tetap menegakkan standar nilai yang jelas pada anak. Gaya pengasuhan lain kurang pada satu atau dua kualitas. Gaya pengasuhan otoriter tegas tetapi tidak responsif. Pola asuh permisif responsif tapi tidak tegas. Dan orang tua yang lalai tidak tegas dan tidak pula responsif.

Meskipun demikian, berbicara tentang “responsif” atau “tegas,” kedua hal ini tentu bersifat relatif. Cara orang tua mendidik anaknya tidak mutlak harus masuk pada 1 kategori gaya pengasuhan saja. Beberapa orang tua mungkin berada dalam range otoriter dan arif. Orang tua lain mungkin saja kombinasi antara orang tua yang arif dan permisif.

 

Pengaruh Gaya Pengasuhan pada Kualitas Anak

Anak-anak dari keluarga yang otoritatif (arif) berperilaku baik dan unggul di sekolah. Mereka sehat secara emosional, berbakat, dan pandai bersosialisasi.

Anak-anak dari keluarga otoriter relatif berperilaku baik. Namun, keterampilan sosial mereka cenderung lebih rendah dan lebih rentan untuk mengalami kecemasan, depresi, serta miskin percaya diri.

Anak-anak dari keluarga permisif lebih percaya diri serta tidak mudah depresi atau cemas. Akan tetapi, mereka rentan memiliki masalah perilaku (seperti terjerumus narkoba). Mereka juga biasanya kurang unggul di sekolah.

Anak-anak dari keluarga yang lalai memiliki kualitas terburuk dalam segala aspek. Kebanyakan remaja pelaku kriminal memiliki orang tua yang lalai.

 

Perbedaan Budaya dan Gaya Pengasuhan

Meskipun relevan dengan realita di berbagai negara, seperti Brazil, Cina, dan Turki, konsep 4 gaya parenting ini tidak selalu selaras dengan realita di beberapa kebudayaan lokal.

  • Dalam sebuah penelitian terbaru tentang pengasuhan oleh orang tua Korea-Amerika, peneliti menemukan bahwa lebih dari 75% dari populasi sampel tidak masuk ke salah satu gaya pengasuhan.
  • Gaya pengasuhan otoriter seperti yang didefinisikan oleh psikolog Barat tidak cukup relevan dengan praktik-praktik pengasuhan tradisional Cina.
  • Sebuah penelitian terbaru tentang remaja Spanyol menemukan bahwa anak-anak dari keluarga permisif memiliki perangai yang baik layaknya anak-anak dari keluarga yang arif.

Namun, ada sebuah hal universal yang berlaku di seluruh budaya: Orang tua yang otoritatif (arif) secara konsisten membesarkan anak dengan kualitas terbaik.

 

Bagaimana Jika Orang Tua Berbeda Pandangan?

Jika, sang ibu bersikeras menjadi permisif, haruskah ayah ikut permisif? Apakah anak lebih baik jika setidaknya memiliki satu orang tua (ayah atau ibu) yang otoritatif (arif)?

Sebuah penelitian pada pelajar SMA di Amerika menemukan bahwa remaja dengan perangai baik memiliki setidaknya satu orang tua yang arif – sekalipun orang tua lainnya permisif atau otoriter.

 

Gaya Pengasuhan dapat Menjelaskan Semua Perilaku Anak?

Gaya pengasuhan orangtua dalam mendidik anaknya memang penting. Meskipun begitu, kita tidak dapat melupakan variabel lain yang turut menentukan kualitas anak.

Mengapa gaya pengasuhan otoritatif (arif) diasosiasikan dengan anak-anak sukses? Mungkin karena gaya pengasuhan arif memanfaatkan metode didik yang seimbang dan kondusif untuk mencetak manusia yang mandiri, unggul, bertanggung jawab sosial, dan beradab.

Akan tetapi, lingkungan juga memberikan pengaruh, seperti sekolah dan pergaulan. Ketika sekolah dijalankan selaras dengan prinsip kearifan, anak-anak dari keluarga yang arif akan lebih mudah memenuhi ekspektasi guru. Selain itu, tekanan teman sebaya dapat melemahkan efek positif dari gaya pengasuhan arif.

Bagaimana dengan temperamen atau kepribadian dasar anak?

Meskipun beberapa peneliti mengklaim bahwa gaya pengasuhan ditentukan oleh orang tua saja, tidak semua anak sama. Ada anak yang penurut, ada anak yang lebih agresif atau bahkan pembangkang. Dan orang tua yang sama dapat memberikan respon yang berbeda kepada berbagai jenis anak yang berbeda.

Selain itu, perilaku anak ternyata juga dapat mempengaruhi gaya pengasuhan yang digunakan orang tua. Studi menemukan bahwa orang tua akan cenderung menyerah (berhenti berusaha untuk mengontrol anak-anak mereka) jika anak-anak mereka lebih agresif atau sulit dikontrol dari awal.

Akan tetapi, bukan berarti orang tua dengan anak-anak yang agresif dan sulit harus menyerah. Beberapa anak secara intrinsik memang lebih sulit untuk ditangani dan masalah perilaku pada anak malah dapat mendorong orang tua untuk mengembangkan kebiasaan buruk. Keluarga seperti ini dapat meminta bantuan konselor profesional dalam mengatasi perilaku kedua orang tua dan anak-anak.

 

Disadur dari “Parenting styles: A guide for the science-minded.” Parenting Science. Web. 31 Agustus 2013. <http://www.parentingscience.com/parenting-styles.html>

Baumrind D. 1966. Effects of authoritative parental control on child behavior. Child Development, 37(4), 887-907.

Baumrind D. 1991. The influence of parenting style on adolescent competence and substance use. Journal of Early Adolescence 11(1): 56-95.

Chao R. 1994. Beyond parental control; authoritarian parenting style: Understanding Chinese parenting through the cultural notion of training. Child Development 45: 1111-1119.

Chen X, Dong Q, Zhou H. 1997. Authoritative and Authoritarian Parenting Practices and Social and School Performance in Chinese Children. International Journal of Behavioral Development, 21(4): 855-873.

Darling N and Steinberg L. 1993. Parenting style as context: An integrative model. Psychological Bulletin 113(3): 487-496.Garcia F and Gracia E. 2009. Is always authoritative the optimum parenting style? Evidence from Spanish families. Adolescence 44(173): 101-131.

Huh D, Tristan J, Wade E and Stice E. 2006. Does Problem Behavior Elicit Poor Parenting?: A Prospective Study of Adolescent Girls. Journal of Adolescent Research 21(2): 185-204.

Kim K and Rohner RP. 2002. Parental Warmth, Control, and Involvement in Schooling: Predicting academic achievement among Korean American adolescents. Journal of Cross-Cultural Psychology 33(2): 127-140.

Maccoby EE and Martin JA. 1983. Socialization in the context of the family: Parent–child interaction. In P. H. Mussen (ed) and E. M. Hetherington (vol. ed.), Handbook of child psychology: Vol. 4. Socialization, personality, and social development (4th ed., pp. 1-101). New York: Wiley.

Martínez I, García JF, and Yubero S. 2007. Parenting styles and adolescents’ self-esteem in Brazil. Psychol Rep. 2007 Jun;100(3 Pt 1):731-45.

Steinberg L. 2001. We know some things: Parent-adolescent relationships in retrospect and prospect. Journal of research on adolescence 11(1): 1-19.

Türkel YD and Tezer E. 2008. Parenting styles and learned resourcefulness of Turkish adolescents. Adolescence. 43(169):143-52.

sumber gambar: http://tylernechelle.wordpress.com/2012/09/14/neglectful/

 

 

Leave a Reply