Step-by-Step Merancang Annual Review Pribadi

Di tulisan sebelumnya, saya berbagi cerita Semiannual Review (Juli – Desember 2013) – perjalanan saya selama 6 bulan terakhir di tahun 2013. Hal apa saja yang berhasil diraih, yang tidak berjalan baik, dan pelajaran yang didapatkan. Refleksi ini dilakukan berdasarkan Semiannual Plan yang saya rancang sebelumnya, terinspirasi oleh Chris Guillebeau.

Memiliki rencana terperinci berisi tujuan spesifik dan personal sangat membantu saya selama 6 bulan kemarin. Saya bisa fokus ke hal yang benar-benar berarti bagi saya. Saya lebih bisa mengenali diri, value, kekuatan, dan kejelekan saya. Acap kali, rencana ini malah menjadi penyemangat di tengah perjalanan. Ketika tujuan dan impianmu terdokumentasi dengan baik, pertumbuhan diri (personal growth) menjadi kelihatan jelas.

Saya pun menerima request dari beberapa teman untuk dibuatkan tulisan khusus gimana caranya melakukan Annual Planning.

I specially wrote this for you guys. I have experienced the benefit of annual planning. I put all my heart when I wrote this and with hopeful mind, I believe this can help you all to make a better life. I also share my excel template for the plan, FREE! I know this is a long and dense writing, take your time to digest it. So, here we go..

Warning: Tulisan berisi 3000 kata ini tidak untuk semua orang. Tulisan ini memuat step-by-step terperinci dalam merancang rencana tahunan yang spesifik dan terukur. Tulisan ini hanya untuk orang yang benar-benar niat merencanakan tahun ke depannya secara matang.

Jangan baca tulisan ini jika kamu tidak serius terhadap pertumbuhan diri kamu!

 

Ide Dasar

Jika kamu (pernah) kerja di perusahaan/organisasi, kamu bisa lihat kalo setiap perusahaan pasti punya Annual Review dan Goal Setting per tahunnya. Pada acara ini, sang CEO memimpin sosialisasi target dan KPI (Key Performance Indicator) yang ingin diraih bersama sebagai satu organisasi selama satu tahun ke depan.

Nah, melakukan Annual Planning pribadi sama seperti itu. Dirimu lah perusahaannya, kamu lah CEO-nya. Dan percaya deh, bikin Annual Plan untuk diri sendiri itu lebih produktif dan fun. Why? Because it’s your own plan, your own life..

Idenya adalah membangun roadmap untuk satu tahun ke depan. Ga mesti jadwal harian yang kaku. Lebih ke outline hal-hal yang penting bagimu (focus to what maters) dan apa yang kamu harapkan dapat raih di tahun depan. Butuh beberapa hari memang untuk menyelesaikan proses ini karena emang butuh berpikir secara perlahan dan seksama.

Ini udah minggu kedua Januari 2014. Tenang, ga ada kata terlambat. Saya aja tahun lalu baru mulai di tengah tahun. And it still worked like a charm.

Bukan Resolusi Biasa

No.. ini bukan sekedar resolusi yang akan kamu lupakan di akhir Januari. Seperti orang yang semangat ngeluarin duit banyak jadi member di gym, eh akhir Januari udah ga pernah nongol ke gym. Saya ga bikin resolusi. Saya membuat actionable plan berdasarkan apa yang penting bagi saya.

No.. ini bukan tujuan ngambang seperti “Be happy“, “Berguna bagi bapak dan ibu”, “Rajin menabung”. Kita semua juga pengen happy dan berguna bagi bapak ibu. Tapi gimana caranya? Kita butuh tujuan yang SPESIFIK dan TERUKUR.

And no, ini bukan rencana kaku yang malah bikin kamu males nantinya. Kamu bisa kok modifikasi sesuai kebutuhan nanti. Saya mengerti keadaan dan situasi selalu berubah. Modifikasi boleh, asalkan perlu. Jangan malah mengurangi esensi plan ya. Dan pada akhirnya, kamu sendiri yang buat plan untuk diri sendiri. Jika kamu sungguh-sungguh mencurahkan hati ketika merancangnya, seharusnya kamu ga bakal completely males dong sama plan kamu sendiri. 😉

Template Excel

Berikut template excel yang saya gunakan untuk annual planning (yang saya rombak dari Chris). Silakan download. Yes, it’s free. You’re welcome. Template ini masih basic banget. Silakan gunakan sesuka hati. Mau modif, silakan. Mau rombak ulang biar lebih keren dan lebih cocok sama kamu, silakan. Yang penting buat sedemikian sehingga kamu nyaman dengan template ini.

Annual Review Template (Rofalina.com) – Excel

Jangan kelabakan ya pas ngeliat kontennya :p Saya sengaja kasih banyak contoh supaya kamu ada bayangan. Mau seberapa banyak dan detil nantinya rencana kamu nanti, ya itu semua tergantung kamu.

Pendahuluan: Refleksi Diri & Melihat ke Belakang

Oke, kamu udah punya template-nya, saatnya planning!

Tapi…Mulai dari mana? Bahkan kamu sendiri aja ga tau mau apa untuk satu tahun ke depan. 🙁

It’s okay to get confused. It’s good. Tandanya kamu udah mulai tergelitik untuk berimajinasi. Kenyataan bahwa kamu kebingungan adalah tanda kamu serius dengan perencanaan ini.

Untuk memulai prosesnya, kamu bisa mulai dengan merenungkan 3 pertanyaan berikut.

  1. Apa yang berjalan baik selama tahun kemarin?
  2. Apa yang tidak berjalan baik selama tahun kemarin?
  3. Adakah impian/proyek besar yang ingin dicapai di beberapa tahun ke depan (3-5 tahun)?

Fokus pada hal-hal yang bisa kamu kontrol. Jika ada hal yang tidak berjalan baik dan tidak bisa dicegah, tidak perlu dimasukkan ke list. Walaupun pada akhirnya, kita bisa memiliki kontrol terhadap hampir semua hal dalam hidup kita.

Kamu bisa intip jawaban saya untuk periode Juli-Desember 2013 di tulisan saya sebelumnya.

Apa yang berjalan baik selama tahun kemarin?

Saya mulai fokus pada kegiatan menulis dan mengajar. Meluncurkan situs Rofalina.com, menjadi tutor Biologi di Zenius Education, dan memulai kegiatan jurnalisme. Tulisan saya mulai banyak menarik perhatian dan dimuat di berbagai media. Mengelilingi diri dengan orang-orang positif yang sevisi dalam mewujudkan mimpi dan berkontribusi pada dunia.

Untuk tahun depan, saya bisa fokus mempertahankan poin-poin yang telah positif ini.

Apa yang tidak berjalan baik selama tahun kemarin?

Karena peluncuran situs ini molor, revenue model untuk situs ini mesti molor pula hingga tahun depan. Dan selama 6 bulan kemarin, saya gagal diet.

Untuk tahun depan, saya bisa improve poin-poin yang belum berjalan baik ini.

Kamu bisa coret-coret dulu di kertas perjalanan kamu selama setahun ke belakang. Apa saja yang sudah kamu raih. Apa yang gagal kamu raih. Apa yang bikin kamu gregetan. Apa yang sepertinya seharusnya (sudah) kamu lupakan (move on). Apa yang bisa kamu improve di tahun depan. Lakukan dulu proses refleksi ini sebelum mulai berencana untuk tahun depan.

Jika melihat ke belakang, kamu tidak akan menyangka bahwa banyak hal yang telah kamu raih selama 1 tahun ini. Dan untuk tahun depan, jika kamu serius melakukan perencanaan ini, kamu akan terkesima lagi dengan banyaknya hal yang telah kamu raih sepanjang tahun.

We tend to overestimate what we can do in an average day but underestimate what can be done over the course of a year (Chris Guillebeau)

Adakah impian/proyek besar yang ingin dicapai di beberapa tahun ke depan?

Misalnya, beli rumah baru, membangun TK, bikin perusahaan sendiri, ajak orang tua ibadah haji, ingin masukin si buah hati ke sekolah bergengsi, atau menguasai dunia. Nah, karena tujuan ini tergolong besar, kamu bisa menyicil melakukan apa yang perlu dilakukan dari sekarang.

Masih bingung juga kamu mau apa?

Luangkan waktumu untuk membaca artikel berikut:

How to Write a Life List

Uang Memang Bisa Membeli Kebahagiaan, Tapi.. (Science of Happiness)

Merencanakan Tahun Depan

Kolom #1-2: Kategori dan Tujuan

Selanjutnya, kamu bisa mulai melihat ke depan. Bagi milestone dan tujuan tahun depan ke beberapa kategori. Untuk rencana 6 bulan kemarin, saya membagi menjadi 10 kategori:

Writing, Teaching, Love, Friends & Family, Financial – Earning, Financial – Saving, Health, Travel, Experience & Learning, Mental State

Contoh kategorisasi yang simpel dan cukup general mungkin bisa seperti berikut.

Work, Friends & Family, Financial (Earning, Saving, Charity), Health (Physical & Mental), Experience & Learning

Kamu bisa modifikasi kategori tersebut sesuai kebutuhan. Kamu bisa menambahkan kategori yang hanya relevan ke kehidupanmu atau proyek yang kamu jalani tahun depan, misalnya Education.

Kenapa melakukan kategorisasi? Orang biasanya hanya memiliki tujuan untuk 1-2 kategori, umumnya Work/Education atau Health. Kekurangannya adalah hanya 1-2 bagian menonjol, bagian hidup lain ga terlalu menonjol, atau malah terbengkalai. Nah, inilah kelebihan Annual Planning ini. Planning ini membantu kamu mencapai tujuan di berbagai aspek kehidupan secara simultan. Jadi, jika kamu memiliki harapan untuk menciptakan harmoni dalam hidup, kamu bisa mulai dari sini. Pelan-pelan saja 🙂

Nah, setelah membagi jadi beberapa kategori, kamu bisa mulai mendaftar 3-5 tujuan untuk tiap kategori. Berikut contoh goal saya selama 6 bulan ke belakang kemarin..

Writing
  • Launching Rofalina.com
  • Make writing the most important thing I do all period

Dalam hal ini, saya berhasil memenuhi 2 tujuan di atas. Tiap minggu, saya bisa menghasilkan 2-3 tulisan, mulai menarik banyak perhatian, dan dimuat di berbagai media.

Health
  • Turun 5kg
  • Mulai olahraga teratur (minimal sekali seminggu)
  • Istirahat cukup

Dalam hal ini, saya gagal memenuhi semua tujuan untuk kategori Kesehatan. Bisa dibilang, saya lengah. Perubahan rutinitas membuat saya belum bisa fokus untuk olahraga dan diet.

Berikut contoh tujuan saya untuk kategori yang lain.

  • Jadi tutor Biologi di Zenius
  • Menyisakan 10% income untuk ditabung
  • Nonton minimal 1 konser musik

Saya sudah memberikan banyak contoh lain di template excel yang kamu bisa download di atas sebagai bayangan.

Tabel Bawah: Langkah per Tujuan

Di bawah tabel utama, kamu akan menemukan tabel untuk tiap kategori. Di sini, kamu cantumkan “Actions Required for Each Goal.” Dengan kata lain, apa yang perlu dilakukan (selanjutnya) untuk mencapai suatu tujuan?

Perhatian: Ini sangat penting! Bila kamu melewatkan langkah ini, kamu hanya akan punya visi tanpa rencana. Kamu butuh keduanya. Rencana itu bagaikan kendaraan yang mengantarkan kamu ke destinasi (visi).

Ketika kamu punya tujuan (yang besar) tanpa susunan langkah yang jelas, kemungkinan kamu bakal keder di awal, “Duh, gw bisa ga ya meraih tujuan ini?” Tapi ketika kamu breakdown tujuan tadi menjadi beberapa langkah hingga ke unit langkah terkecil yang bisa langsung dieksekusi per harinya, kamu akan melihat bahwa ternyata untuk mencapai tujuan besar tadi, tidak sesulit yang dibayangkan. Kamu akan mulai dari langkah kecil tadi, jadi ga begitu berasa.

Setiap tujuan harus terukur (measurable). Ini adalah salah satu prediktor keberhasilan terpenting selama tahun depan. Untuk mendaftar tindakan selanjutnya, saya biasanya berpikir, “Apa yang saya perlu lakukan untuk meraih hal ini?

  • Untuk migrasi ke Rofalina.com, saya perlu beli domain baru, me-link setiap artikel di blog lama ke situs ini, mempersiapkan desain situs, mempersiapkan stok tulisan, melakukan photo shoot untuk profil. 
  • Untuk partisipasi di lari marathon 10K, saya perlu latihan lari 1K tiap minggunya, dimulai 3 bulan sebelum hari-H
  • Untuk pergi ke Brazil pada 2016, saya butuh menabung dana minimal 50jt dalam 36 bulan, berarti 4.5 jt per bulan, berarti 50rb per hari dari sekarang, disimpan di rekening X, aktifkan fitur autodebet ke rekening X.

Contoh yang sangat sederhana adalah Menyelesaikan Skripsi. Kamu bisa berpikir seperti ini.

Goal: Menyelesaikan Skripsi

Required Actions: Cari dosen pembimbing, menentukan topik, melakukan tinjauan pustaka (literature review), tulis BAB I, revisi ke dosen, tulis BAB II, revisi, tulis BAB III, studi lapangan, revisi, tulis BAB IV dan V, revisi, submit skripsi, belajar sidang, sidang, submit dokumen skripsi final.

Mau se-spesifik apa breakdown langkahnya, itu terserah kamu. Jika kamu berpikir akan lebih nyaman lagi bagi kamu untuk memecah lagi langkah di atas, silakan. Bagi saya sendiri, breakdown sampai level ini sudah cukup. Toh, rencana ini fleksibel. Jika ternyata nanti saya butuh breakdown lebih mendetail, saya bisa enhance lagi.

Kolom #3: Deadline

Yes! Tetapkan deadline untuk tiap tujuan. Di bawah tabel utama (lihat template excel) kamu juga perlu menetapkan deadline untuk tiap langkah per tujuan.

Misalnya, deadline utama skripsi adalah bulan Juni. Berarti di akhir Januari, kamu sudah harus mendapatkan dosen pembimbing. Di awal Februari, kamu sudah harus menentukan topik. Di akhir Februari, kamu harus sudah menyelesaikan BAB I, dan seterusnya..

Wah, perlu deadline ya, fan? Bikin nervous deh 🙁

Well, tau ga apa salah satu hal yang bisa membantu kamu bergerak untuk memenuhi tujuan? Urgensi!

Kalau guru/dosen membuat sebuah tugas bersifat sukarela (hanya sebagai nilai bonus), akan sedikit sekali siswa yang dengan sigap mengumpulkan tugasnya. Coba dikasih deadline dan dibikin wajib? Beuh, pasti ngerjain kan?!

Bila kamu tidak menciptakan urgensi, kamu akan cenderung meremehkan tujuan kamu. Dengan adanya deadline yang jelas, kamu bisa melihat jelas pergerakan kamu. Tanpa deadline yang jelas, kamu akan gampang, “ah nantilah gampang.. ah ntar lah..,” begitu terus, sampai akhirnya tahun baru lagi, tujuannya ga kecapai sama sekali. Oleh karena itu, ciptakan urgensi!

Kolom #4-6: Reminders

Saya suka mengecek plan tiap bulan, tiap minggu malah. Tapi saya menetapkan review “formal” setiap 3 bulan sekali. Mengikuti nama musim: Spring Review (akhir Maret), Summer Review (akhir Juni), dan Fall review (akhir September). Di sini kamu bisa melakukan refleksi ringan, apakah ada rencana yang perlu dimodifikasi, bagaimana progress kamu sampai saat itu, langkah mana yang perlu dipoles.

Kolom #7: Final Review

Dan di bulan Desember, ada Final Review yang meninjau performa kamu selama satu tahun ke belakang dan mulai berencana untuk tahun selanjutnya.

Tinjau lagi tujuan-tujuan spesifik yang telah kamu tetapkan di awal tahun dan beri note pada kolom “Final Review.” Apakah saya berhasil meraih tujuan ini atau tidak?

Terdapat beberapa tujuan yang gagal saya raih dengan segala macam alasannya. Kadang keadaan berubah dan tujuannya tidak lagi relevan. Kadang, kondisi saya yang ga memungkinkan. Kadang pula, saya melakukan hal-hal yang tidak selaras dengan pemenuhan tujuan, misalnya menunda-nunda. Kadang pula, mungkin tujuan tersebut tidak terlalu berarti bagi saya.

Nah, inilah salah satu manfaat planning. Kita jadi tau diri kita sendiri, value, kekuatan, dan kelemahan kita. Ini bisa jadi poin dalam merencanakan tahun selanjutnya.

Possible Additional Goal

Identifikasi pula beberapa goal yang belum perlu dimasukkan ke Kategori di tabel utama karena tujuan-tujuan ini bisa terjadi atau ga terjadi sepanjang tahun depan. Kamu bisa lihat contohnya di template excel.

Tema Tahun Ini

Tetapkan tema untuk tahun depan. Pilih sebuah kata yang beresonansi dengan dirimu, menggetarkan diri, dan relevan dengan keseluruhan fokus kamu selama satu tahun ke depan. Satu kata sederhana yang akan membimbing kamu menyelaraskan segala tindakan, perilaku, bahkan bagaimana kamu menggunakan waktu luang kamu sebaik mungkin.

Saya juga memberikan deskripsi singkat terhadap tema yang saya pilih. Berikut contoh tema saya pada periode lalu.

Periode of Reinvention (Juli – Desember 2013). Periode di mana saya benar-benar mengubah haluan, mencemplungkan diri ke dunia baru, dan mulai “meraba-raba” tentang dunia baru ini.

Berikut beberapa contoh kata/tema sebagai bayangan ke kamu.

Year of Learning. Misalnya, tahun depan kamu fokus mengejar gelar S2.

Year of Nourish. Mulai fokus hanya untuk yang “bergizi” selama sepanjang tahun. Hanya menyantap makanan yang bergizi (no fast-food), tontonan yang berbobot, bacaan yang berbobot, hubungan yang “bergizi”, aktivitas yang “bergizi”, dsj.

Year of Proving. Mengerahkan segala fokus dan upaya untuk membuktikan eksistensi diri. Kamu bisa meraih target dan impianmu. 

Year of Authenticity. Year of Clarity. Year of Revolution. Year of Recovery. Year of Adventure. Year of Mindfulness.

Mungkin kamu berpikir untuk menentukan tema dulu, baru mulai planning. Tapi biasanya saya menunggu hingga proses planning selesai. Kenapa? Karena saya butuh mengerti tujuan mana yang paling bikin saya bersemangat dan bagaimana kehidupan saya akan bertransformasi di tahun depan.

Misalnya untuk 6 bulan kemarin, saya mengerti transisi, re-branding, reinvention akan menjadi tema utama karena saya meninggalkan pekerjaan saya yang lama, mulai menulis dan mengajar. And believe me, banyak sekali hal baru yang saya temui dan peroleh selama 6 bulan belakang, dari rutinitas, lingkaran pergaulan, hingga gaya hidup.

Shay Kostabi (cycling instructor) theme for 2014 will be “Maitri,” a Sanskrit word that means gentle, loving kindness toward oneself.

Metrics 

Kembali mengambil contoh target setting di perusahaan. Biasanya perusahaan akan menetapkan target produksi untuk tahun depan berapa, target sales berapa. Ada KPI nya (Key Performance Indicator). Angka persisnya.

Nah, saya juga punya metric semacam KPI personal yang akan me-track performa saya dari tahun ke tahun.

  • Blog Readers
  • Weight loss
  • Long-term savings
  • All Countries Visited
  • Event/festival/show attended

Menyenangkan untuk melihat kembali ke belakang nantinya dan melihat pertumbuhan diri kita sendiri.

Contoh lainnya ada di template excel. Kategori tujuan kamu mungkin mirip sama saya, secara beberapa kategori sifatnya general, seperti Health, Learning. Tapi metric akan berbeda karena apa yang di-track di metric akan sangat spesifik.

Perencanaan Selesai

Oke, semua tujuan sudah didaftar, semua langkah telah di-breakdown, deadline sudah dipasang, tema juga sudah ditentukan, your plan is ready!

What’s next?

Cetak dan pajang. Yak, pajang! Apakah itu di dinding kamar atau di meja kerja, yang penting pajang di tempat kamu bisa terus lihat perencanaan kamu. Gunanya buat apa? Biar kamu bisa selalu keinget dengan rencana kamu, janji kamu dengan diri sendiri, kamu bisa fokus ke apa yang penting bagi diri kamu.

Memajang rencana kamu ngebantu banget nge-boost performa. Ini udah saya rasakan sendiri. Kalo lagi lengah, murung, atau kosong, melihat (atau kelihat) lagi planning saya, itu bisa jadi penyemangat untuk bangkit dan kembali ke trek.

Selain itu, tiap kali ada rencana yang sudah tercapai, saya suka ceklis di rencana yang terpajang tadi. Rasanya nikmat aja.. Bikin semangat gerak untuk meraih tujuan yang lain 😀

My Wall of Motivation (2013)
My Wall of Motivation (2013)

Mau nambah nampol lagi? Kamu bisa cari/bikin gambar yang mengilustrasikan tujuan kamu, terutama major goals. Misalnya nih kamu bisa cari/bikin gambar..

rumah idaman yang ingin kamu beli, kalo perlu sampe denah rumah, dan interiornya..

model badan aduhai trus ganti wajahnya dengan wajah kamu (bila goal kamu adalah menurunkan berat badan)..

kamu telah menerbitkan buku..

kamu dapat medali cum laude pas wisuda..

kamu melangsungkan pagelaran busana di perhelatan fashion ternama..

landmark negara X yang ingin kamu kunjungi

Kompilasikan gambar-gambar tersebut. Pajang di dekat rencana kamu tadi. Tuh, tambah nampol ga mupengnya :p

Menjawab Keraguan

Hemhh fan, minder ah.. Goal kamu kayaknya keren gitu. Tujuan dan rencanaku kayaknya ga ada apa-apanya dibandingkan kamu.

Kamu mungkin merasa tujuan dan ambisi kamu tidak sebesar saya. Tapi di luar sana, akan ada saja (dan pasti ada) orang yang ngeliat kalo plan saya ini kecil, ga ada apa-apanya dibanding mereka.

But guess what? Apapun rencana yang kamu hasilkan nantinya, kamu mesti inget, itu adalah rencana terbesar untuk dirimu. Your life, your own rules!

Fan, takut. Gimana kalo ntar aku ga bisa achieve semua target ku? Kamu aja ada yang ga achieve..

Success rate saya untuk 6 bulan kemarin (Juli – Desember 2013) adalah sekitar 75%. Angka yang cukup bagus bagi saya. Mungkinkah saya bisa mencapai 100%? Wah, mungkin saya lagi jadi superman satu tahun itu. Hehehe.. Jika saya bisa achieve 100%saya malah bakal mikir jangan-jangan saya nge-set goal-nya kerendahan.

Jangan takut kamu ga bakal achieve. Jangan bikin planning ini malah bikin kamu ketar-ketir dan merendahkan diri sendiri, menghancurkan kepercayaan diri sendiri. Rileks sedikit. Planning ini pada dasarnya adalah guide untuk pertumbuhan kamu, reminder, dan sumber semangat.

Hindari mindset: “Saya baru akan bahagia nanti jika tujuan ini telah tercapai.” Mindset ini hanya akan membuat kamu terjebak ke hedonic treadmill.

Tanamkan mindset: “Ya, saya pasti hepi kalo saya bisa memenuhi tujuan ini, tapi bukan berarti hidup saya bakal miserable kalo saya ga achieve. Saya akan tetap bisa menikmati hidup jikalau saya gagal memenuhi beberapa tujuan.”

Tapi gw ga suka bikin rencana, terlalu banyak variabel tak terduga di luar sana..

Ya, keadaan memang selalu berubah – dari yang negatif seperti merosotnya perekonomian atau cedera diri, sampai yang positif seperti pekerjaan baru atau hubungan baru. Rencana ini dirancang untuk memberikan kamu road map, bukan strict schedule yang wajib kamu jalani. Hidup memang mengubah banyak hal, tapi ini tidak terjadi sesering yang kamu duga.

They say that time changes things, but you actually have to change them yourself. Mereka bilang waktu merubah segalanya, tapi sesungguhnya kamu yang harus mengubahnya sendiri. (Andy Warhol)

Latihan melakukan goal-setting dan Annual Review pribadi adalah tentang menciptakan perubahan oleh diri kamu sendiri, daripada hanya berpangku tangan menunggu perubahan itu datang suatu hari nanti.

Butuh keberanian untuk bermimpi..

Ya, butuh keberanian untuk bermimpi dan mengejar impian itu. Pertanyaannya bukan apakah kamu memiliki keberanian itu atau tidak. Pertanyaannya adalah, apakah kamu mau memberi kesempatan pada keberanian itu untuk tumbuh di di diri kamu?

So, happy planning 😉

One Response

  1. Fega Andriana

    Halo kak
    Bagus banget tulisannya sangat menginspirasi..
    Aku mau coba bikin list gt jg..
    Tp kok pas aku mau download annual review template gabisa yaa?? Hehe

Leave a Reply