Uang Memang Bisa Membeli Kebahagiaan, Tapi… (Science of Happiness)

posted in: Sains | 16

Whoever said that money doesn’t buy happiness didn’t know where to shop, or what to shop..

Perbandingan GDP per capita 1 tiap negara di dunia dengan kepuasan hidup penduduknya menunjukkan bahwa:

Pendapatan (income) naik = Kepuasan hidup (life-satisfaction) naik

Penduduk di negara kaya lebih bahagia daripada penduduk di negara miskin. Orang yang lebih kaya di suatu negara juga lebih bahagia daripada orang yang berpenghasilan rendah di negara itu.

Orang yang berpendapatan rendah memiliki pilihan hidup terbatas. Peningkatan uang berarti peningkatan standar hidup. Kita bisa memenuhi kebutuhan sandang, pangan, papan dengan layak. Uang memberikan akses kemudahan. Makin banyak uang, makin banyak akses kemudahan yang diperoleh.

Mungkin ga semua orang ngejar makanan bintang lima, makanan kaki lima cukup. Tapi ga makan sama sekali (dan terjebak di garis kemiskinan) tentu ga menyenangkan.

Namun, laju peningkatan kebahagiaan tidak berbanding lurus dengan kenaikan pendapatan.

Income naik dari 10juta ke 20juta akan sama efek bahagianya dengan income naik dari 100jt ke 200jt. Jadi, kalo ingin merasakan efek kebahagiaan yang sama ketika gaji naik dari 5jt ke 10jt, nambah 5jt lagi tidaklah cukup. Kamu harus melipatgandakan gaji kamu, dari 10jt ke 20jt. Dengan kata lain, orang kaya butuh duit lebih banyak untuk tambah hepi.

Apakah ada titik jenuh soal duit?

Titik di mana ketika income kita telah melalui level tertentu, uang ga terlalu ngefek lagi ke kebahagiaan. Titik di mana ketika kebutuhan dasar sudah dipenuhi dengan layak, aspek intrinsik lebih memainkan peran dalam mempengaruhi kebahagiaan.

Para ahli ekonomi masih berdebat soal ini. Ada yang bilang $37,000 untuk orang Inggris, ada yang bilang $75,000 per tahun untuk orang AS, ada yang bilang ga ada.

Maslow Hierarchy - Hirarki Kebutuhan
Maslow Hierarchy – Hirarki Kebutuhan

Paman Gober - Hujan DuitTerlepas ada atau tidaknya titik jenuh soal duit, uang memang bisa membeli kebahagiaan. Terima gaji dan naik gaji aja udah bikin senang. Tapi tentunya, sebagian besar dari kita menggunakan uang sebagai alat/aksesKan ga ada orang yang numpuk duit trus dihambur-hamburin kayak hujan duit, trus dia hepi. Kecuali dia Paman Gober atau Mr. Krab :p

Pasti ntar ada pertanyaan yang muncul, duitnya buat apa?

Gimana menggunakan duit untuk kebahagiaan? Duitnya mesti dibelanjain ke mana, dipake buat apa? Lebih lanjut, gimana kita ngatur hidup kita untuk mengoptimalkan kebahagiaan? Gimana caranya untuk hidup sehidup-hidupnya, living life to the fullest?

Nah, untuk mengetahui formula kebahagiaan, kita akan melihat perspektif psikologi, biologi, dan neurosains tentang kebahagiaan, Science of Happiness.

Otak Ketika Bahagia

Kebahagiaan dirasakan sebagai sensasi dan emosi sekejap yang kemudian secara sadar kita apresiasi sebagai sebuah disposisi permanen di pikiran. Kebahagiaan terbagi menjadi 2 jenis, yaitu hedonis dan eudaimonis.

Kebahagiaan Hedonis

Kenikmatan atau sensasi fisik yang bisa dirasakan oleh indera manusia

Terkait konsep kenikmatan (pleasure) dan rasa sakit (pain). Diatur oleh sirkuit primitif di otak manusia, yaitu Nucleus accumbens (NAcc) yang mengatur sistem reward and punishment.

Sifat: Memabukkan (high), cepat, dangkal, adiktif, dan ga tahan lama. Euforia sesaat gitu deh.

Contoh: makan enak, orgasme seks, menang undian, beli barang baru, jatuh cinta, memanjakan diri ke salon dan spa, mencoba hal baru yang menarik dan menantang (aktivitas adrenaline rush)

Kebahagiaan Eudaimonis

Kebahagiaan dari menjalani kehidupan yang memiliki makna dan tujuan serta berkontribusi ke sesama

Diatur oleh sirkuit otak yang lebih advanced, yaitu Prefrontal cortex yang menjadi pusat emosi manusia.

Kita tidak lagi mekanis seperti robot atau binatang lain (seperti tikus yang neokorteks otaknya tidak sebesar manusia) yang secara “buta” mengejar kenikmatan dan menghindari rasa sakit. Kita mulai berpikir, merasa, dan sadar (self-conscious). Keberadaan sirkuit ini membuat manusia bukan makhluk egoistic, tapi alterocentric, “Saya ingin bahagia, tanpa melukai orang lain.” Kita mulai “peduli” dengan apa kata orang. Kita terus “peduli” dengan perasaan orang lain bahkan menempatkan diri kita di posisi orang lain.

Sifat: Ringan (mild), tidak se-memabukkan kebahagiaan hedonis, tapi menenangkan dan tahan lama.

Contoh: move on habis putus, berdamai dengan diri sendiri, mengasah skill, mengembangkan hobi, membina hubungan cinta yang harmonis dan membahagiakan, membantu orang lain, memberi kontribusi ke masyarakat

7 Hal yang Membuat Kita Bahagia

Mungkin udah sering dengar kalo senyum (bahkan yang dipaksakan), tidur cukup, olahraga, dan seks bikin kita hepi.

Peneliti menggunakan pengetahuan tentang otak dan survey kebahagiaan untuk mengetahui lebih lanjut hal-hal esensial yang mengantarkan kita ke kebahagiaan.

1. Koleksi Pengalaman, bukan barang

Orang yang menghabiskan uangnya untuk pengalaman (liburan, nonton konser, ikut kursus, dan lain-lain) lebih bahagia daripada orang yang menghabiskan uangnya untuk barang.

Misal, ada duit 10 juta.

Saya pake buat beli iPhone 5 yang tercanggih sekarang. Huwee, kereen.. Tapi setahun kemudian, itu iPhone kemungkinan bakal ketinggalan jaman karena ada versi terbaru lagi, atau mungkin hilang, atau teman saya punya smartphone yang lebih canggih. Senangnya bentar doang. Mesti beli baru lagi untuk merasakan euforia serupa.

Kalo saya habiskan duit itu buat liburan ke Raja Ampat, misalnya. Setahun kemudian, memori itu masih membekas di pikiran, ga bisa dibandingkan dengan orang lain, selalu bisa dikenang kembali hingga seumur hidup.

iphone vs raja ampat
Pilih mana?

Yep, karena manusia adalah satu-satunya spesies yang bisa merasakan kenikmatan dari membayangkan kesenangan masa lalu atau masa depan 😉

Makanya kita disarankan untuk lebih sering liburan walaupun pendek, daripada lama tapi jarang. Ga apa-apa liburan cuma berapa hari tapi 3 bulan sekali, daripada liburannya sebulan tapi cuma setahun sekali. Karena ternyata orang yang berlibur paling merasa bahagia pada saat merencanakan liburannya.

Ini tentang ANTISIPASI! Kita jadi excited banget ketika membayangkan kesenangan yang udah semakin di depan mata. Makin sering liburan, makin sering berencana. Makin sering berencana, makin sering berimajinasi..

Penting untuk tidak terjebak rutinitas (bahkan rutinitas kemewahan sekalipun). Ga apa-apa sekali-kali makan di resto mahal. Sebelum pergi makan, browsing gambar menunya yang bikin ngences. Antisipasi memberikan kebahagiaan lebih dari event-nya sendiri. Duit yang dihabiskan buat makan di resto mahal jadi kerasa lebih worth to spend.

2. Anti-Ribet!

Gunakan uang atau atur hidup sedemikian sehingga kamu bisa mengurangi stres, ga ribet.

Perjalanan pulang-pergi kerja sangat mempengaruhi kepuasan hidup. Pindah rumah/kantor untuk memangkas waktu commuting, lebih bagus lagi kalo bisa jalan kaki.

Baca lebih lanjut: Rahasia Kota Paling Bahagia di Dunia: Komuter! 

Delegasikan atau hire orang lain (asisten) untuk menyelesaikan pekerjaan administrasi yang menyita waktu dan bikin stres atau buat beres-beres rumah.

Pengalaman (seperti liburan) memberi kebahagiaan yang lebih tahan lama. Tapi mana yang lebih baik, menghabiskan duit 50jt buat liburan ke Paris atau 5jt buat ke Phuket? Apakah liburannya harus seeksotis mungkin atau selama mungkin?

Faktor utama agar kebahagiaan dari liburan tahan lama adalah stres. Orang yang santai pas liburan lebih bahagia daripada orang yang liburannya penuh stres atau netral. Daripada pusing harus memahami rute bis di kota tempat liburan, mending naik taksi. Tapi kalo bisa mempelajari rute bis tanpa stres berarti, ya silakan. Intinya, buat liburan serileks mungkin, ga ribet!

3. Menabung vs. Belanja

Udah tau mau pake duit buat beli apa, tapi jangan lupa sisihan setiap bulan dong 😉

Riset dan survey menunjukkan semakin banyak uang ditabung, semakin meningkat pula tingkat kebahagiaan. Menabung memberikan ketenangan pikiran karena membantu kita menghadapi hal yang tak terduga, bikin kita merasa bangga, dan memberikan indepedensi.

Menabung di sini maksudnya selain menabung di celengan dan bank, juga termasuk misalnya persiapan dana pensiun, aset masa depan, sampe asuransi.

Menabung bukan hanya tentang mendisiplinkan diri, tapi juga tentang kemampuan kita mengimajinasikan masa depan. Orang yang menabung adalah orang yang memiliki kemampuan imajinasi yang lebih baik (akan masa depan). Orang-orang ini terbukti memiliki pola makan dan hidup yang lebih sehat, tidak mudah terjerat ke penggunaan narkoba, dan memiliki risiko perceraian yang lebih rendah.

Nah, bener berarti kalo cari pasangan harus yang rajin menabung

4. Hubungan Sosial yang Berkualitas

Social time sangat penting untuk meningkatkan kebahagiaan hidup, bahkan bagi orang introvert sekalipun.

Ga peduli lingkaran sosialnya luas atau sempit, orang yang punya satu atau lebih sahabat dekat (bisa pasangan, anggota keluarga, atau teman) ternyata lebih bahagia. Bukan soal kuantitas, tapi kualitas! Karena yang paling berpengaruh adalah seberapa sering kita bekerja sama, beraktivitas, dan berbagi perasaan pribadi bersama sahabat dan keluarga.

5. Membantu Orang Lain

Warren Buffet, salah satu orang terkaya di dunia, mendonasikan 99% kekayaannya untuk amal dan berkata, “I couldn’t be happier with that decision.

Cara yang paling memuaskan dalam menggunakan uang adalah dengan menggunakannya untuk orang lain, sekecil apapun itu. Tidak hanya dalam bentuk uang, orang yang peduli pada orang lain secara konsisten lebih bahagia dan jarang tertekan. Bisa dengan menjadi relawan pada sebuah komunitas atau sesederhana meluangkan waktu untuk teman yang sedang kesepian atau berjuang menghadapi suatu masalah.

menjadi relawan

Baca lebih lanjut: Berbuat Baik itu Candu

6. Flow

Suka Cita FlowPernah melakukan sesuatu yang bikin kamu bener-bener konsen sampe lupa waktu, lupa makan, lupa mandi?

Nah, pada saat itu, kamu sedang mengalami kondisi sukacita (joyful state) yang disebut dengan flow.

Untuk merasakan flow, kamu harus mengerjakan kegiatan yang bersifat sukarela (bukan karena disuruh), menyenangkan (motivasi intrinsik), butuh skill, menantang (tapi ga terlalu sulit), dengan tujuan yang jelas menuju “titik sukses.”

Bermandi keringat buat memoles teknik tendangan karate? Merajut semalaman suntuk buat bikin aksesoris? Seharian habis buat editing video keluarga? Melatih teknik sketching terbaru? Bergulat dengan math puzzle? atau menulis untuk sebuah blog? 😀

Kita akan lebih menghargai pekerjaan, hubungan, hobi, atau institusi yang sejalan dengan kekuatan unik kita dan memungkinkan kita menggunakan kekuatan tersebut secara reguler.

Yep, sukacita flow terkait dengan passion. Memiliki passion adalah salah satu hal yang membuat hidup worth living karena menyegarkan, menarik, dan memuaskan. Orang-orang juga merasakan flow ketika berusaha memenuhi sebuah tujuan jangka panjang yang meaningful.

7. Optimisme dan Rasa Syukur

Berpikir positif dan penuh pengharapan (dengan dosis yang pas) dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mencegah kita melakukan tindakan berbahaya (ex: rusuh karena curigaan sama orang), mencegah penyakit kronis, membantu kita dalam menghadapi berita buruk, serta bikin panjang umur.

Orang yang penuh syukur lebih bahagia, merasakan dukungan sosial yang lebih kuat, dan jarang tertekan/depresi. Rasa syukur memungkinkan kita untuk living the moment, merasakan kebahagiaan dari setiap momen yang terjadi atau dimiliki sekarang.

Formula Kebahagiaan Sejati

hedonic-treadmillKita terpancing untuk mengejar sesuatu yang “menjanjikan” kenikmatan/kesenangan. Kesenangan itu kemudian hilang ketika kebutuhan atau dorongan untuk memenuhi tujuan itu telah terpenuhi. Tapi memori kenikmatan itu masih membekas dan membuat kita ingin merasakannya lagi. Hal ini membuat kita mengejar kenikmatan lagi, begitu terus, hanya untuk berakhir di posisi yang sama: hedonic treadmill.

Inilah mengapa Pursuit of Happiness adalah konsep yang menyesatkan. Mengejar kebahagiaan justru malah menghalangi kita untuk bahagia. Orang yang misinya “mengejar kebahagiaan” justru lebih sering merasa kesepian. Kebahagiaan bukanlah titik akhir yang mesti dikejar.

Baca lebih lanjut: Nanti Saya Bahagia

Orang bisa menumpuk kesenangan dalam hidupnya, tetapi hidupnya tetap tidak bermakna. Orang seperti ini menunjukkan pola ekspresi gen yang sama dengan orang depresi berkepanjangan. Karena kesigapan imunitas tubuh kita menurun dan tubuh kita akan berada dalam mode peradangan yang cukup lama. Hal ini malah dapat meningkatkan risiko penyakit kronis.

Kita butuh makan buat bertahan hidup, tapi ketika makan ga terkontrol karena keenakan sama gula dan lemak, nutrisinya malah ga baik buat tubuh.

hedonic labyrinth

Kebahagiaan ≠ kesenangan.

Kebahagiaan bukan sekedar absennya ketidakbahagiaan. Kita tetap butuh momen negatif sebagai alarm sosial dan biologis yang membantu kita survive. Mengalami growth (perkembangan diri), belajar dari kesalahan, dan bangkit dari kesulitan juga membahagiakan.

Eits, jangan malah mengabaikan kebahagiaan hedonis. Kita tetap butuh kok percikan kenikmatan hedonis untuk pemenuhan kebutuhan dasar dan bikin hidup kita makin seru.

Tapi.. semangat carpe diem (seize the day), YOLO (You Only Live Once), atau living life to the fullest bukan berarti hanya fokus pada kesenangan masa kini, jadi adrenaline junkie. Tapi bagaimana kita mengimbanginya dengan hubungan sosial dan mental yang positif serta memiliki makna dan tujuan sebagai rancangan besar dalam hidup.

Sustainable Happiness = Hedonis + Eudamonis

Ada orang yang terlalu nyaman di tempurungnya, ga mau mencoba hal baru, apalagi memikirkan makna hidup.

Ada orang yang sibuk mengumpulkan kenikmatan hidup, tapi hidupnya tetap tidak memiliki makna.

Ada orang yang sibuk mengejar ambisi/impian jangka panjang, sampai lupa menikmati kesenangan masa kini.

Ada orang yang fokus mewujudkan makna hidupnya seraya menikmati momen-momen keindahan hidup di masa sekarang.

How about you? 🙂

kutipan buya hamka 2

http://www.theatlantic.com/business/archive/2013/01/yes-money-does-buy-happiness-6-lessons-from-the-newest-research-on-income-and-well-being/267016/

http://market.bisnis.com/read/20130609/192/58463/kamus-bisnis-pengertian-pendapatan-perkapita-apa-sih

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3321158/

http://news.bbc.co.uk/2/hi/programmes/happiness_formula/4880272.stm

http://allie8020.hubpages.com/hub/Happiness-Psychology-and-Biology-Happiness-Research-Shows-What-Happens-to-the-Brain-When-We-Are-Happy

http://www.amazon.com/Happy-Money-Science-Smarter-Spending/dp/1451665067

http://www.spring.org.uk/2008/01/experiences-beat-possessions-why.php

http://www.forbes.com/sites/hbsworkingknowledge/2013/08/05/want-to-buy-happiness-purchase-an-experience/

http://www.webmd.com/balance/features/can-money-buy-happiness

http://www.huffingtonpost.com/2012/11/13/life-of-joy-martha-beck_n_1933960.html

http://money.usnews.com/money/blogs/my-money/2013/09/16/5-ways-money-can-buy-happiness

http://lifehacker.com/ten-things-you-can-do-to-be-happier-backed-by-science-1065356587

http://www.pursuit-of-happiness.org/science-of-happiness/communicating/

http://www.nerdwallet.com/blog/finance/2013/money-buy-happiness/

http://www.realsimple.com/work-life/life-strategies/inspiration-motivation/the-science-of-happiness-00000000050227/page2.html

http://www.gsb.stanford.edu/news/headlines/research-can-money-buy-happiness

http://www.huffingtonpost.com/2012/08/11/whats-your-passion_n_1757073.html

http://www.pursuit-of-happiness.org/science-of-happiness/strengths-and-virtues/

http://www.pursuit-of-happiness.org/science-of-happiness/positive-thinking/

http://blog.womenshealthmag.com/scoop/hedonic-and-eudaimonic-well-being/

http://blog.bufferapp.com/happiness-is-not-enough-why-a-life-without-meaning-will-make-you-sick

http://m.timesofindia.com/articleshow/26593713.cms

Sumber gambar Maslow Hierarchy: http://thecommonsenseshow.com/siteupload/2013/10/maslow-hierarchy-of-needs.jpg

Sumber gambar Paman Gober: http://d22zlbw5ff7yk5.cloudfront.net/images/convo-1439-50596f0825098.jpeg

Sumber gambar iPhone 5: http://fc06.deviantart.net/fs71/i/2012/292/0/f/free_white_3d_iphone_5_psd_vector_mockup_by_pixeden-d5i9hxu.jpg

Sumber gambar Raja Ampat: http://nexttriptourism.com/raja-ampat-is-a-hidden-paradise-island/

Sumber gambar Hunger Games – Jennifer Lawrence: http://s3-ec.buzzfed.com/static/2013-12/enhanced/webdr03/16/15/anigif_enhanced-buzz-6708-1387226940-27.gif

Sumber gambar hedonic treadmill: http://www.kent.ac.uk/careers/Choosing/career-satisfaction.htm

Sumber gambar hedonic labyrinth: https://lh4.googleusercontent.com/-gNHwgHmIMvc/Un2XSPTKe0I/AAAAAAAAAIw/ge3FY7Pk_pY/13%252520-%2525201.jpg

Kamu suka dengan tulisan ini? Kamu merasa tulisan ini berguna? Bantu saya menyebarkan tulisan ini ke lebih banyak orang lagi. Bantu share ya 😀

Notes:

  1. besarnya pendapatan rata-rata penduduk di suatu negara, yang diperoleh dari hasil pembagian pendapatan nasional suatu negara dengan jumlah penduduk negara tersebut

16 Responses

  1. Money can’t buy… yg penting tau caranya bersyukur…

  2. Wekeke.. Kalau uangnya para koruptor gimana? Yang ketauan aja baru 30M, yang ga ketauan bukan hanya emberan yaa bisa sampe tralala trilili.. 😀 Kalau ga happy kenapa dilakukan terus?

    • Fanny Rofalina

      Hehehe.. Duit korupsi contradict nomor 5 dong, Laura.
      Jatuhnya kesenangan hedonis sih ya, kayak kecanduan obat :p

  3. shinta faramita

    Fan…makasih buat tulisannya..bagus banget nih…nyata banget kalo kebahagiaan itu bukan sepenuhnya dipengaruhi aspek ekonomi saja, tapi ada anekdot nih: lebih baik bersedih di dalam mobil mewah, daripada bersedih sambil ujan-ujanan dipinggir jalan.
    Hidup itu kompleks. yang penting jangan pernah lupa bersyukur…
    hehe..keep smart, keep cool 🙂

    • Fanny Rofalina

      Hello hello Shinta..
      Apa kabar dirimu?

      Owh thank you. Glad you like it.
      Hehe, iya kalo itu jatuhnya kayak perbandingan GDP sih, shin. Standar kehidupan mempengaruhi kesejahteraan, dengan catatan yg lain diangap konstan 😀

  4. Bisa beliin sesuatu buat orang2 yg penting buat kita itu bahagia banget.

  5. Kebahagiaan tidak melulu karena uang, saya sudah pernah mengalami ketika tidak punya dan punya uang toh sama sama bahagia. Hidup itu yg terpenting adalah bagaimana cara menikmatinya

  6. Hai hai fan…
    Gw suka tuch tentang “keasikan ma gula n lemak.nutrisi malah jd ga baik” 😀

    Mari liburan… ^^

  7. deny fatryanto

    Hallo mba fanny ,
    Tulisannya gile , kena dan sedikit banyak aku tersadar
    Aku orang yang sibuk ngejar ambisi sampai melupakan kesenangan saat ini , jatohnya aku kayak ga hidup untuk hari ini , tingkat stress yang tinggi bgt dan udah 2 tahun ga liburan , uda banyak yang nasehatin tp tetep aj aku keras dgn ambisi . tapi dari tulisan ini aku belajar banyak , makasih banyak mba fanny , keep fight keep creative 😀

    • Fanny Rofalina

      Hello mas Deny.
      Terima kasih sudah meluangkan waktu buat baca. Glad you like it.
      Rileks sedikit mas, coba nikmati momen kehidupan sekarang.
      Stay awesome and be happy ya mas 😀

  8. ferry lazzuardo

    terima kasih atas informasinya..
    semoga dapat bermanfaat bagi kita semua 🙂 Double Cabin

  9. terima kasih atas informasinya..
    kunjungi juga website kami Model Mobil

    sukses selalu

Leave a Reply