Mewujudkan Makna Hidup Tidaklah Mudah

posted in: Karya | 0

Mewujudkan kehidupan yang merefleksikan nilai diri dan memuaskan jiwa merupakan pencapaian yang langka.

 

Dalam budaya yang mempromosikan keserakahan dan kemewahan sebagai citra hidup enak, seseorang yang senang mengerjakan karya pribadi biasanya dianggap sebagai eksentrik, bahkan pembangkang..

 

Ambisi hanya dimengerti jika ambisi tersebut berarti mendaki tangga khayalan menuju puncak kesuksesan. Seseorang yang mengambil pekerjaan yang tak terlalu berat karena akan memberikan waktu baginya untuk mengejar minat dan kegiatan lainnya, dianggap sinting..

 

Seseorang yang meninggalkan karirnya untuk tinggal di rumah dan membesarkan anak dianggap menyia-nyiakan potensinya.

Seolah-olah jabatan dan gaji adalah satu-satunya ukuran nilai manusia.

 

Kamu akan diberitahu melalui ratusan cara, kadang halus dan kadang tidak, untuk terus mendaki, tidak pernah puas dengan keberadaan diri, siapa dirimu, dan apa yang kamu kerjakan.

 

Ada jutaan cara untuk menjual dirimu, dan saya jamin kamu akan selalu mendengar tawaran itu.

 

Menciptakan makna hidupmu sendiri tidaklah mudah, tapi masih sah untuk dilakukan. Dan saya rasa kamu akan lebih bahagia untuk segala tantangannya.

 

– Bill Watterson –

bill watterson zen pencils cartoonist advice

 

Bill Watterson adalah artis dan pencipta strip komik terbesar sepanjang masa, Calvin and Hobbes.

Setelah dipecat sebagai kartunis politik di Cincinnati Post, Watterson memutuskan untuk fokus membuat komik strip. Karena melarat, ia terpaksa tinggal kembali dengan orang tuanya dan bekerja sebagai desainer tata letak untuk iklan, pekerjaan yang ia benci, sambil terus membuat komik di waktu luangnya. Ia melakukan pekerjaan menyengsarakan tersebut selama 4 tahun sambil terus mengirim strip komik ke sindikasi komik sampai akhirnya Calvin and Hobbes diterima.

Selama periode ini, Watterson pernah menulis:

“Satu-satunya cara untuk belajar bagaimana menulis dan menggambar adalah dengan menulis dan menggambar.. untuk bertahan menghadapi penolakan terus-menerus membutuhkan kecintaan mendalam terhadap pekerjaan itu sendiri. Pelajaran inilah yang membuat saya terus mengerjakan Calvin dan Hobbes hingga bertahun-tahun setelah kartun ini diluncurkan.”

Bill Watterson & Calvin and Hobbes

 

Selain Calvin and Hobbes, Watterson juga memberikan pengaruh besar dalam dunia strip komik melalui revolusinya terhadap struktur dan format strip komik yang diterbitkan di koran.

Watterson mengorbankan ratusan juta dolar dengan tidak pernah melakukan merchandising dan melisensikan Calvin and Hobbes. Pandangan Watterson tentang lisensi bermuara dari kemawasannya tentang bagaimana lisensi bisa membahayakan integritas pekerjaan. Ia melalui pertarungan panjang dan traumatis dengan sindikat terkait hak lisensi. Meskipun ia akhirnya menang, Watterson begitu kecewa dengan industri dan hampir berhenti dari dunia kartun.

“Saya bekerja terlalu lama untuk mendapatkan pekerjaan ini dan terlalu keras setelah saya mendapatkannya. Tentunya saya tidak ingin membiarkan orang lain meraup keuntungan seenaknya dengan karya saya ketika karya ini meraih kesuksesan. Jika saya tidak bisa mengendalikan makna dan tujuan karya saya sendiri, maka kartun akan berarti kecil bagi saya.”

Terlepas idealismenya untuk menolak lisensi, Watterson juga tidak senaif itu. Ia tidak menolak untuk menerima bayaran dari penjualan langsung karyanya sebagai bentuk apresiasi yang lumrah. Calvin and Hobbes telah ditampilkan di lebih dari 2.400 surat kabar di seluruh dunia. Hampir 45 juta kopi dari 18 buku Calvin and Hobbes telah terjual. Kekayaan bersih Bill Watterson hingga saat ini adalah $450 juta.

Setelah mengerjakan strip ini selama 10 tahun (1985-1995), ketika Calvin dan Hobbes berada di puncak popularitas dan diterbitkan di lebih dari 2.000 surat kabar, Watterson berhenti. Ia telah mencurahkan segenap hati dan jiwanya untuk sebuah proyek selama 10 tahun. Ia ingin berhenti ketika berada di puncak. Ia tidak ingin komik stripnya menjadi zombie, kehilangan makna dan jiwa karena terlalu lama dijalankan. Ia melihat banyak komik strip lain terlalu lama tampil sampai lama-lama ga nendang lagi. Sejak pensiun dari Calvin and Hobbes, Watterson mengejar minatnya di seni lukis dan musik.

Zen Pencils

Kartun di atas saya ambil dari website Zen Pencils, salah satu sumber inspirasi saya. Website ini memuat kartun yang mengilustrasikan quote dari orang-orang ternama. Gavin Aung Than (Gav), otak dari website ini, adalah penggemar berat Calvin and Hobbes. Komik strip ini sangat mempengaruhi semangatnya dalam berkarya. Bill Watterson pun menjadi salah satu inspirasi terbesarnya dalam mengejar passion menjadi seorang kartunis.

Saat pertama kali membaca kartun di atas, saya langsung berpikir, “ini gw banget!” Kartun ini sangat menyentuh saya karena apa yang digambarkan relevan dengan apa yang saya jalani sekarang.

5 bulan yang lalu, saya resign dari pekerjaan IT di sebuah perusahaan tambang batu bara besar karena ingin mengejar minat untuk menulis (mengembangkan blog ini) dan mengajar. Banyak orang men-challenge niat saya kala itu, mulai dari teman, keluarga, bahkan para atasan. Mereka mengatakan bahwa pilihan saya terlalu berisiko, sebaiknya pertahankan pekerjaan di perusahaan, yang bisa dibilang cukup bergengsi dengan duit yang lumayan gede pula. Tidak sedikit pula yang meremehkan dengan nada-nada, “apa sih, cuma anak kemarin sore, udah banyak gaya, mimpi dan ngejar passion ga jelas, terlalu naif, terlalu idealis”.

Dan inilah saya sekarang. Saya melakukan lompatan itu. Mengisi hari-hari dengan keindahan melalui kegiatan mengajar sambil terus menulis, hal yang benar-benar saya percayai. Website ini akhirnya berhasil saya luncurkan.

5 bulan lalu, banyak yang mencemaskan bagaimana saya bisa “hidup”. Namun, seperti apa yang dinyatakan Watterson, saya menemukan begitu banyak peluang dan tawaran untuk terus mendaki atau untuk sekedar menambah pundi-pundi keuangan. Bahkan saya harus menolak beberapa tawaran agar tetap bisa fokus pada apa yang penting.

Tapi ini baru permulaan.

Saya sadar saya tidak sebanding dengan Bill Watterson yang sudah berkarya selama 10 tahun untuk Calvin and Hobbes dan berhasil meraup jutaan dolar. Saya juga belum sebanding dengan Gav, yang dalam setahun terakhir meraih popularitas melalui karya-karyanya di Zen Pencils.

Tapi apakah saya bisa bertransformasi seperti Watterson dan Gav? Atau benar kata mereka yang meragukan saya, hanya orang sinting yang mengejar mimpi yang mustahil?

Perjalanan ini pun dimulai…