Ayah Seksi: Pesona Pria yang Supel pada Anak-anak

posted in: Sains | 0

Sebelum saya cerita tentang “Ayah Seksi: Pesona Pria yang Supel pada Anak-anak”,  saya mau share dulu tentang strategi pria dan wanita dalam mencari pasangan biar nyambung dan dapet background story-nya πŸ™‚ 

  
Strategi Pedekate

Saya akan mengutip sebuah kultwit dari @MenrvaFoundation: Diskusi sains bersama Sabda PS: Asal-usul Cinta dan Perilaku Seks dari Sisi Evolutionary Psychology.

Mulai diskusi dengan tema: Origins of Love and Sexual Behavior, dibahas dari sisi Evolutionary Psychology.

Natural selection is mathematical inevitability. Artinya, bisa “dihitung” bahwa behavior seperti apa yang akan survive.

Dengan evolutionary model, kita bisa menjelaskan kenapa kita berperilaku, kenapa kita bermoral, dan lain-lain.

Evolusi udah banyak dan jelas evidence-nya: genetik, fosil, dll. Nah sekarang, kalo evidence dari perilaku gmana?

Kenapa kita berperilaku seperti ini, khususnya dalam mating (mencari pasangan)?

1. Cowo bisa menghasilkan sperma jutaan sekaligus, dan sampe umur berapa pun

2. Cewe gak seperti itu. Sebulan satu dan bahkan ada menopause. Plus, perempuan harus menyusui setelah anak lahir (mengurus).

Nah, hal ini membuat strategi cewe sama cowo itu beda.

Cewe nyari cowo yg bagus secara genetik dan yang punya resource untuk “biayain” anaknya.

Sedangkan cowo nyari cewe yg mau sama dia aja. Selain masalah genetik untuk cowo ya.

Nah, ini membuat cewe lebih selective untuk potential mate.

Manusia sebagai salah satu spesies penghuni bumi, hidup untuk survive. Gimana salah satu usaha manusia untuk survive? Cari pasangan, meneruskan keturunan. Kultwit di atas memaparkan perbedaan strategi mencari pasangan bagi pria dan wanita. Mekanisme biologis manusia secara sadar atau tidak sadar telah mempengaruhi mindset psikologi dan perilaku sosial manusia.

Wanita menghasilkan ovum cuma sebulan sekali, cuma satu, ntar ada menopause lagi, makanya wanita jadi selektiiif banget dalam cari pasangan. β€œBenih ku cuma satu, udah satu mesti nunggu sebulan, terbatas lagi, ya gw ga mau sembarangan lah”. Beda sama cowok! Tiap pagi, sperma ngucur, jutaan, sampe akhir hayat lagi. Yaudah, cowok bakal mikir, β€œnih siapa yang mau benih gw” (aduh bahasa kuu :p).

Tapi apa cowok sebangsat itu, seenaknya sendiri? Eits, tunggu dulu! Jawaban dari pertanyaan ini akan terjawab di akhir tulisan ini. Pria tidak melulu pikirannya untuk nyebar benih, lebih dari itu. Keep on reading guys πŸ˜‰

“Mekanisme biologis reproduksi internal –> perilaku social –> cewek lebih selektif.”


###

Apa yang Dicari Wanita dari Pria?

Oke, saya udah jelasin kenapa wanita itu lebih selektif dari pria dalam memilih pasangan. Selanjutnya, apa sih yang dicari wanita dari seorang pria? Mari kita pinjam falsafah hidup orang Jawa: Bibit, Bebet, Bobot!

1. Bibit: Wajah rupawan dan Maskulinitas. Wajah ganteng nan rupawan dan macho-nya pria itu mensinyalkan gen yang bagus. Walaupun definisi ganteng itu relatif untuk tiap orang, tapi tetep gen yang bagus mensinyalkan gen yang bagus, gen yang sehat. Maskulinitas/ke-macho-an (lekuk wajah, facial hair/brewok dan bulu-bulu lainnya, suara berat becek basah abis) seorang pria merupakan indikator kadar testosteron di tubuhnya. Testosteron mempengaruhi sistem imun tubuh. Pria macho dengan kadar testosteron yang β€˜unggul’ akan membuat ia lebih kebal (resistant) terhadap beberapa jenis penyakit. Maka wajarlah kalo wanita suka pria ganteng nan rupawan. Insting biologi wanita akan mencari pasangan benih yang berkualitas. Ya ini juga berlaku sebaliknya ya pada konteks pria suka wanita cantik tentunya. Mekanisme biologi mempengaruhi perilaku sosial, sadar atau tidak sadar.

2. Bebet. Si pria berasal dari keluarga baik-baik dan memiliki kerabat yang baik pula.

3. Bobot: Mapan dan Baik Hati. Kemapanan dan kebaikan hati seorang pria kadang dijadikan indikator kesediaan pria untuk berkeluarga dan meneruskan keturunan.

Tapi… Bebet dan bobot kini tidaklah cukup dijadikan indikator kesungguhan pria untuk berkeluarga. Banyak pria yang mapan, tapi ga sungguh-sungguh untuk berkeluarga. Banyak pria yang baik, tapi ga serius mau ngurus anak. Banyak pria yang berasal dari keluarga baik-baik tapi ga mau invest resource-nya ke sebuah keluarga, meneruskan keturunan.

Lalu, apa ada indikator lain yang dapat lebih diandalkan untuk memprediksi kesungguhan pria untuk berkeluarga?

###

Ayah yang Baik = Ayah yang Seksi

Nah, di sinilah sebuah studi yang diulas oleh Gwen Dewar, PhD, yaitu β€œSexy dads: The allure of men who like babiesβ€œ masuk untuk menjawab pertanyaan di atas.

Ada sebuah tulisan oleh @keisavourie dalam kultwitnya mengenai Illusion of Choice:

Di mata wanita, gak ada yang lebih sexy dari pria ganteng yang lagi gendong anak πŸ™‚ Ketika lagi gendong anak (dan punya istri) sosok pria jadi kinclong dan menarik di mata semua wanita. Terlihat matang.

Ryan Gosling ganteng… Tapi coba Ryan Gosling sambil gendong anak kecil? Bukan anaknya lho ya, doski kan belum punya anak :p Darius Sinathrya ganteng… Tapi coba Darius sambil gendong anaknya? Dijamin para wanita tambah klepek-klepek, tambah β€œkyaa.. kyaa”

Here here ladies, sexy men with kids <3 You’re welcome..

*saya mendapat banyak masukan tentang siapa aja seleb pria yang berprediket sebagai hot daddy, tapi karena keterbatasan mbah Google, cuma yang di atas yang bisa saya kompilasikan πŸ™‚

Whoa, did I hear something? What sound is that? I hope that’s not your ovaries exploding. Hahaha.

Sekarang saya nanya, pilih gambar yang sebelah kiri apa kanan? Pilih gambar mereka solo atau pas gendong anak? Umumnya, para wanita akan memilih gambar kanan, pria sambil gendong anak, hot daddy!

Umumnyaaa.. Umumnya loh ya! Saya tau pasti ada yang protes, β€œAh enggak kok fan, gw lebih suka gambar mereka solo”. Saya ngerti kok. Exceptionoutlier/ pengecualian itu (kemungkinan besar) pasti ada dalam sebuah populasi. Atau saya bikin perbandingan gambar yang kurang adil ya? Hahaha.

Yaudah deh, saya ceritain aja langsung eksperimen ilmiahnya. Eksperimen ini diprakarsai oleh James Roney dan rekannya (2006). Mereka penasaran apakah keramahan pria pada bayi membuat pria lebih seksi di mata wanita. Eksperimen ini terbagi menjadi 2 bagian: eksperimen I pada pria dan eksperimen II pada wanita.

Eksperimen I

Pada eksperimen pertama, dikumpulkanlah beberapa pria muda Amerika (usia 18 – 30 tahun).

Peneliti kemudian mengumpulkan data testosteron tiap pria. Si A, punya kadar testosteronnya berapa, si B berapa. Kadar testosteron mengindikasikan maskulinitas dan kemachoan pria (suara berat, lekuk wajah, facial hair, dsb).

Lalu, mereka menjalani uji preferensi visual. Kepada pria-pria ini ditunjukkanlah sederetan pasangan gambar. Tiap pasang gambar terdiri dari gambar anak kecil dan gambar orang dewasa. Pria diminta memilih suka yang mana, gambar anak kecil atau gambar orang dewasa untuk tiap pasang gambar tersebut.

Terakhir, peneliti mengambil gambar wajah masing-masing pria. Mereka diminta untuk berekspresi senetral mungkin. Jepret! Jadilah foto mereka.

Oke, di akhir eksperimen I ini, jadi kita punya data semua pria, kadar testorsteronnya, foto mereka, dan pilihan mereka untuk tiap pasangan gambar. Misalnya, si Eric kadar testosteronnya sekian, foto wajahnya ini, dan untuk pasangan gambar 23, dia pilih gambar anak kecil. Begitu seterusnya.

Eksperimen II

Lanjut ke eksperimen bagian II. Kali ini, yang dikumpulkan adalah sekelompok wanita muda Amerika (usia 18 – 30 tahun).

Kepada wanita-wanita ini, ditunjukkan foto-foto wajah pria pada eksperimen I. Para wanita ini tidak mengenali pria-pria itu, tidak tahu kadar testosteron mereka, dan tidak tahu pilihan tiap pria pada uji preferensi visual (gambar orang dewasa vs. anak kecil). Wanita hanya ditunjukkan foto wajah pria saja.

Para wanita diminta untuk memberi penilaian atau rating pada tiap foto pria. Apakah pria tersebut:

  • Supel pada anak-anak?
  • Maskulin?
  • Memiliki fisik menarik?
  • Baik?

Bagaimana dengan hasilnya?

###

Wanita Dapat Menilai Keramahan Pria pada Anak Kecil secara Akurat

Hasilnya menarik! Pria yang fotonya dinilai wanita sebagai lebih β€œMaskulin” ternyata memiliki level testosteron yang lebih tinggi menurut data sebelumnya yang dimiliki para peneliti.

Dan lebih menarik lagi.. Terdapat korelasi yang cukup signifikan: foto pria yang dinilai wanita sebagai β€œSupel pada anak-anak” dengan pilihan pria tersebut pada uji preferensi visual (gambar anak kecil vs. orang dewasa).

Tidak berhenti sampai di situ. Para wanita juga diminta untuk mengelompokkan daya tarik pria secara keseluruhan sebagai pria yang cocok untuk:

  • Short-term romantic partner (pacaran sebentar untuk having fun aja)
  • Long-term romantic partner (untuk hubungan yang lebih berkomitment, seperti pernikahan)

Hasil yang ada membuktikan bahwa ayah yang baik itu SEKSI. Pria yang supel pada anak kecil itu SEKSI! Supelnya pria pada anak-anak akan melambungkan nilai seksinya di mata wanita <3

Dan ini sama-sama berlaku untuk pemilihan pasangan short-term dan long-term romantic relationship. Jadi, buat para pria nih, walaupun  kamu cuma mau cari wanita buat having fun aja ataupun emang mau cari istri, tunjukin deh ke wanita kalo lo itu supel sama anak kecil. Pasti tambah seksi di mata wanita πŸ˜‰

Namun, ketika wanita dihadapkan pada pria yang sama-sama menarik secara fisik dan sama-sama baik, efek supel pada anak kecil hanya signifikan pada ketertarikan pada pria untuk long-term relationship. Dengan kata lain, pria yang suka anak kecil membuatnya secara spesial makin potensial untuk jadi calon suami!

Yeah, mungkin hasil penelitian ini mengungkap hal yang retoris. But, here I am, presenting you the scientific evidence B)

###

Bagaimana Wanita Menilai Keramahan Pria pada Anak-anak hanya dari Wajah saja?

Hebat ga tuh wanita, hanya dari wajah aja, udah bisa menerawang seorang pria supel atau tidak pada anak-anak, akurat lagi! Apa sih kuncinya?

Kuncinya adalah ekspresi wajah yang lebih ceria atau ramah. Walaupun para pria diminta untuk berekspresi senetral mungkin pas difoto, tapi tetep wajah yang β€œbaby-friendly” itu adalah wajah yang lebih ceria. Mungkin juga sih kalau pria-pria yang supel pada anak-anak punya fitur wajah tersendiri. Tapi penelitian ini belum menemukan apa itu.

Wahai para pria,, kalo ketemu sama wanita tunjukkanlah wajah ramah dan ceria. Selain menunjukkan pribadi yang menarik, wajah ceriamu juga akan mensinyalkan kalo kamu supel pada anak kecil, berpotensi jadi calon suami!! Hehehe..

###

Implikasi Lain

Mungkin hasil penelitian di atas dapat diterapkan juga dari sisi sebaliknya. Pria mencari wanita. Wanita yang supel pada anak kecil makin seksi di mata pria. Tapi saya belum mencari penelitian khusus tentang itu.

Lebih lanjut, kembali ke pertanyaan awal di atas tadi. Apakah pria sebangsat itu fokusnya cuma mau nyebar benih aja? Nope, not really now.

Kebutuhan cowok untuk nyebarin gen, tapi juga punya kepentingan untuk ningkatin survival anak. Dan mengingat hot daddy memiliki nilai seksi plus-plus di mata wanita, pria kini sudah mulai menginvestasikan resource-nya ke keturunan. Ikut mengambil andil dalam mengurus dan membesarkan anak. Sila baca tulisan saya tentang Evolution of Fatherhood (Bahasa Indonesia) untuk ulasan lebih lanjut mengenai transformasi peran pria dalam mengasuh anak.

###

DISCLAIMER
Saya tidak memiliki hak cipta atas seluruh materi gambar yang ditampilkan di tulisan ini. Semua gambar diperoleh melalui fasilitas Google Images. Karena banyaknya gambar yang digunakan, sumber tidak dapat diantumkan satu per satu.

Leave a Reply