Katak dalam Tempurung

posted in: Perspektif Kehidupan | 4

Kalo kata tante gw: “Kalo kita ga keluar dari tempurung kita selama ini, kita ga akan tahu seberapa gede dunia ini”

Quote aslinya sih begini:

If you don’t get out of the box you’ve been raised in, you won’t understand how much bigger the world is. – Angelina Jolie

Tante lo Angelina Jolie, fan? Yess, I’m a big fan of her. Dan gw menasbihkannya sebagai tante secara sepihak =))

Angelina Jolie, out of her box

Okay, the point of this post is another contemplating thinking for the new year.

Terkadang kita kontra akan suatu hal sebenarnya karena kita terlalu nyaman dalam tempurung kita. Kita kurang bijak untuk memahami betapa luas dunia ini. Terlalu nyaman dalam tempurung kita. Ada 7 milyar umat manusia di bumi (itu yang kita ketahui) dan kita mengharapkan semuanya untuk sepikiran dengan kita? Tentulah tidak mungkin. Itu seperti katak dalam tempurung.

Terkadang kita menemukan hal baru yang bertolak belakang dengan database informasi kita di otak. Perbedaan itu kadang menyerang, kadang menggugah, kadang meresahkan, kadang memberi rasa nyaman. Hal baru itu mengguncah ekuilibrium diri. Jika kita cukup bijak untuk menghormatinya, kekayaan pikiran akan muncul sebagai sebuah reward.

Eksplor dunia. Hormati perbedaan, selama perbedaan itu tidak merugikan orang lain. Dengan begitu, kita akan bisa memahami dan menikmati indahnya perbedaan dan betapa pentingnya perbedaan untuk menciptakan harmoni dunia. Dunia ini terlalu luas untuk menjadi seperti katak dalam tempurung 🙂

Questions:

  1. Apakah sekarang kamu hidup dalam tempurung? 
  2. Sudah seberapa jauh kamu mengenal dunia di luar tempurungmu?
  3. Menyadari besarnya dunia ini, kamu memilih nyaman di tempurungmu atau keluar mengeksplorasi dunia?

Feel free to share your answer in comment section 🙂

Sumber gambar:
http://screamingangie.com/page/21/
http://www.eftekasat.net/details.php?image_id=165159#.UNlSX-SsiSo

4 Responses

  1. ealah langsung GUBRAK pas tau ntu tante ternyata mbak Angie…hwahahaha….

    hmm,,,soal tempurung,,,okay,,,mungkin katak nyaman dengan tempurungnya,,tapi bisa jadi si katak mau keluar tapi dia gak kuat angkat ntu tempurung sendirian buat keluar,,,dia butuh bantuan orang…atau dia belum nemu aja gimana cara keluar dari tempurungnya,,,jadi dia liat2 dulu,,belajar dari orang gmana ya cara keluar dari tempurung…hehehe…karena mungkin masing2 katak beda2 tempurungnya,,jadi proses keluar dari tempurung juga beda2…kupikir semua katak pasti mau keluar dari tempurung cm beda cara dan prosesnya…

  2. Iya, memang berbeda caranya.
    Apakah ada tulisanku di atas yang memaksakan satu cara proses?
    Perasaan tulisanku malah bukan membahas proses, tapi mengajak ke suatu goal. Aku tidak 'menghimbau' metode/proses. Aku serahkan ke pembaca untuk menentukan prosesnya masing-masing.

    Percaya atau tidak, sebenarnya kita sendiri yang memilih value dan posisi kita, sadar atau tidak sadar.

    ***

    "Saya ga punya duit utk melakukan A"

    Ya ga apa2 jika hal itu emang benar adanya. Tapi utk kebanyakan kasus, kalimat di atas sebenarnya lebih punya meaning begini:
    “Saya memilih utk menghabiskan duit utk banyak keperluan lainnya, sehingga sekarang saya ga punya duit utk melakukan A"

    "Saya ga punya waktu utk melakukan B" = "Saya memilih menggunakan waktu saya utk melakukan banyak hal lain, sehingga sekarang saya ga punya waktu utk B"

  3. hmm,,jadi ini masalah pilihan ya,,karena hidup memang untuk memilih…

    yupz…^^d

  4. kadang-kadang saya takut keluar dari zona nyaman saya, saya malah memperluasnya. hahaha

Leave a Reply